Saat semuanya tak lagi sama, dan berubah. Saat aku belajar tak ingin lagi mengingat namun jadi mengingat semuanya tentang mu. Bertanya
tanya aku tentang haruskah berakhir begini ketika asaku berada di puncak
tertinggi, berada di pelupuk mataku.
Sendirian aku sekarang, mengingatmu membuatku ingin tertawa
hingga menangis kemudian menangis hingga mampu tertawa lagi.
Saat itu, saat biru jadi milikku, aku terbangun dari tidurku
dan menyadari dirimu tak ada lagi disini. Aku berlari-lari kesemua hatiku, kesemua
egoku, kesemua amarahku berusaha
menemukan sosokmu kembali namun kau hanya sabatas bayang. Taukah kau, sekarang
tertawa dan menangis bisa kulakukan pada saat bersamaan. Taukah kau, bersyukur
dan memaki bisa pula kulakukan bersamaan. Rasanya sangatlah melegakan, karena cuma
itu yang kupunya sejak kau pergi. Hanya itu pengobat pesakitanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar