beberapa dari orang,
mungkin banyak yang merasa apa yang ada dalam hidupnya masih saja kurang...
karena memang begitulah hakikatnya manusia
selalu haus.. selalu ingin lebih dan selalu saja serba kekurangan
diriku atau dirimu pun mungkin merasakan hal yang sama
aku terdampar disini, dengan segala aktivitas harianku
di kota kelahiranku yang lama-lama mulai aku cintai
Pada kenyataannya, ada beberapa impianku yang terpendam dan belum terwujud..
namun aku belum mampu mewujudkan mimpi-mimpi indahku di setiap malam
dan memenuhi hasratku tentang dunia
aku harap suatu saat nanti aku mampu
karena kali ini aku hanya merasa resah, gelisah
Memory ku bak sepotong-potong puzzle yang berceceran dimana-mana.. Aku takut untuk menyatukannya. Terkadang ingatan itu datang dengan sebuah memori manis dan selebihnya datang dengan menyakitkan. Bahkan terkadang aku berpikir, mungkin aku sudah mulai gila dan hilang........
Kamis, 26 Mei 2011
Sabtu, 14 Mei 2011
26 maret
Aku ditampar kenyataan yang selama ini sebenarnya aku sembunyikan. Aku berusaha menghilangkan hal-hal menyakitkan di bawah alam sadarku. Tapi hanya karena empat jam di sore hari ini, aku kembali menyadari bahwa kedalaman ku untuk melupakan adalah sebuah keterpaksaan yang kupaksakan. Persepsi orang yang tak pernah aku pedulikan dan aku abaikan membuatku terhentak dalam kenyataanku sendiri. Aku jadi benci begini, aku benci memaafkan. Aku ingin lari ke sebuah tempat yang damai, dan tak perlu dihantui kesalahan masa lalu. Satu jam setengah di atas motor menuju arah pulang saat itu membuatku meyakini bahwa obsesi terbesarku bukanlah hal yang sama lagi. Meski rasa sakitnya masih terasa mengiris, aku tak bisa mengeluarkan airmataku seekpresif dulu. Rasa itu bertahan seperti seonggok batu yang semakin lama semakin mengeras..
26 maret
Kamis, 12 Mei 2011
Puzzle ku: Refleksi obsesi...
Puzzle ku: Refleksi obsesi...: "Dirimu pernah menjadi bagian yang paling aku sukai dan aku rindukan. Mungkin hingga sekarang tidak juga berubah. sulit untuk mengetahui bahw..."
Senin, 02 Mei 2011
he' was the first time
Memandang foto dirinya aku jadi terbayang keadaanku sekitar 10 tahun yang lalu.
Dari kaca jendela sekolah, di dalam kelas dan rok putih biru di badanku yang mungil..aku merona dan tersenyum sendiri, tergetir menikmati pesonanya. Saat itu aku masih belum mengerti atau bahkan belum bisa mengartikan perasaanku. yang kutau ada pesona yang dalam didirinya yang membuatku ketir dan kagum. ehm, disanalah aku mengenalnya sebagai seorang teman.
Namun ketika kini tatapan mata itu hadir dihadapanku terpaku dalam pose dan diabadikan waktu. Aku baru mengerti arti getirnya.. arti merona pipiku..
Dialah cinta pertama yang pernah aku idamkan. pertama kalinya aku merasa tidak bosan menatap wajah seseorang. pertama kalinya aku merasa malu merona. he' was the first time.
Langganan:
Komentar (Atom)