aku merenungi betapa anehnya hubungan kita
dan mengingat begitu banyak hal yang telah kita lewati bersama,
saat masa itu masih menjadi masa-masa mu dan masa-masa ku...
aku mengingatnya,
tak terhitung betapa seringnya kita bertengkar dan berdebat membahas sesuatu
tak terhingganya betapa kau dengan sabarnya menghadapi kemanjaanku
aku bahkan merajuk dan marah saat kau tak pedulikan keinginanku
namun kau tetap mau menenangkanku saat aku gelisah dan sendiri
tempat aku bertanya, merengek dan meminta perlindungan
Pernah sekalinya aku bertanya padamu??
kenapa kau tak pergi saja meninggalkanku, kalau saja aku ini menyusahkanmu tanyaku
tapi saat itu kau jawab dengan hanya tersenyum
kau bilang karena tak hanya kau yang membantuku untuk bertahan
namun aku pun membantumu untuk bertahan
hubungan yang lucu pikirku,
lucu karena entah mengapa akhirnya untuk suatu alasan kita mampu untuk saling melindungi
kau yang terbaik saudara lelakiku,
bahkan untuk ukuran saudara yang tak sama darah dagingnya denganku
kau tetap yang terbaik
Untuk saudara lelaki ku, apa kabarmu kini??
maaf untuk semua yang kau lakukan dan yang tak kulakukan untukmu
aku berharap suatu saat kita bisa bertemu
kembali bertengkar lagi dan kemudian berakhir dengan cerita-cerita manis masa-masa itu
Ya, surat ini untuk saudara lelakiku, aku harap kau baik sj. Aku tau kau baik-baik sj..
Memory ku bak sepotong-potong puzzle yang berceceran dimana-mana.. Aku takut untuk menyatukannya. Terkadang ingatan itu datang dengan sebuah memori manis dan selebihnya datang dengan menyakitkan. Bahkan terkadang aku berpikir, mungkin aku sudah mulai gila dan hilang........
Selasa, 26 Juli 2011
sepenggal cerita
Aku mencoba merangkai kata-kata ku menjadi kalimat yang dapat kau mengerti,.
Dan kumulai dengan kalimat sederhana.. berharap mampu menyelesaikannya
Aku tak pernah menduga akan merasakan asa yg seperti ini lagi
Aku merasai merah, biru, hitam, ungu serta kuning jadi satu..
Bukankah itu yg aku inginkan dan pernah kutulis dalam selembar catatan harianku
Tapi ini ternyata sebanding dengan ketakutan yang aku rsakan sekarang..
Untuk kali ini ternyata aku hanya ingin menangis,
untuk sebuah alasan yg tak mampu aku jelaskan.,
Ya untuk kali ini, aku hanya ingin menangis saja tanpa perlu alasan.
Aku tak perlu dan tak butuh dimengerti sekarang..
Aku benar2 tak ingin kalah dengan diriku sekarang dan semudah ini..
Namun entah kenapa kali ini aku mersa akan kalah dalam berperang,
Firsatku tak bagus teman,
Tak ada doa-doa pengantar untukku dan kalimat2 pembakar semangat
Aku meragu, dan tak penuh,,
Tapi terimakasih
Terimakasih untuk merah, biru, hitam, ungu serta kuning yang kau biarkan aku meraihnya
Hingga aku pernah merasa sebahagia ini dan sesakit ini dalam waktu yang bersamaan
Huh, tetap saja aku tak bisa menyelesaikan kalimatku dengan sempurna,
seperti biasanya aku..
Selasa, 12 Juli 2011
Minggu pukul 23:43
Aku seperti sebuah puzzle, berceceran dan kesulitan untuk mengingat nomor-nomorku untuk kemudian menyusunnya utuh,,, Aku tak tau knp sulit bagiku mengingat dn menemukan bagian2 diriku lainnya.. Ah, aku mulai merasa takut, apakah aku sdh benar-benar hilang??
Minggu pukul 23:43
Langganan:
Komentar (Atom)