Pages

Sabtu, 14 Mei 2011

26 maret

Aku ditampar kenyataan yang selama ini sebenarnya aku sembunyikan. Aku berusaha menghilangkan hal-hal menyakitkan di bawah alam sadarku. Tapi hanya karena empat jam di sore hari ini, aku kembali menyadari bahwa kedalaman ku untuk melupakan adalah sebuah keterpaksaan yang kupaksakan. Persepsi orang yang tak pernah aku pedulikan dan aku abaikan membuatku terhentak dalam kenyataanku sendiri. Aku jadi benci begini, aku benci memaafkan. Aku ingin lari ke sebuah tempat yang damai, dan tak perlu dihantui kesalahan masa lalu. Satu jam setengah di atas motor menuju arah pulang saat itu membuatku meyakini bahwa obsesi terbesarku bukanlah hal yang sama lagi. Meski rasa sakitnya masih terasa mengiris, aku tak bisa mengeluarkan airmataku seekpresif dulu. Rasa itu bertahan seperti seonggok batu yang semakin lama semakin mengeras..

26 maret

Tidak ada komentar:

Posting Komentar