Pages

Jumat, 15 April 2011

Jangan tanya aku sekarang..

cerita malam ini bermula dari lebih 24 jam yang lalu..
senyum ku merekah hari ini, rona pipiku kembali memerah


sudah lama rasanya tidak merasakan degupan jantung ini berdetak lebih cepat, begitu lama pula diriku tidak menemukan obsesi pembanding. Bukan, bukan berarti aku telah menemukan obsesi pembanding yang tepat dengan begitu cepat. Hanya saja kali ini situasi ini terasa cukup menyenangkan sehingga membuat diriku ingin tenggelam dalam kenikmatannya sementara waktu lebih lama…


Adalah dirinya yang merupakan orang lama dalam kehidupanku yang sempat muncul dan untuk kemudian hilang. setelah sekian lama tak mendengar kabarnya, malam itu kuputuskan menyapanya lewat pesan maya di layar monitor 14 inci kesayanganku. Dan bak gayung bersambut dirinya membalas pesanku. ada beberapa hal yang kami bicarakan hingga kemudian pembicaran berlanjut lewat handphone.


pembicaraan malam itu akhirnya menjadi tak biasa saat munculnya beberapa pertanyaan yang tidak pernah kusangka keluar dari dirinya. Pertanyaan yang menusukkku dan mampu membuat terdiam tanpa jawaban dan alasan. Hal yg tak biasa untuk ratu bantah sepertiku. Ruang bahas yang secara sadar tidak sadar merupakan jawaban dari semua pertanyaan yang aku lontarkan untuk diriku sendiri.
Benar saat ini aku butuh teman bicara, aku rindu sekali bercinta dalam bahasa dan kalimat. namun untuk menjawab pertanyaan itu, aku belum mampu. Karena toh selama ini jawaban itu yang selalu yang kuraba dan kucari sepanjang malam. Jangan tanya aku pertanyaan itu sekarang.


ada dua opsi
berusahalah lebih keras atau tidak sama sekali (seperti katamu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar